Pekerjaan Profesi Dan Profesional
Pendidikan merupakan aspek
terpenting untuk dimiliki oleh setiap umat manusia. Karena dengan pendidikan
dapat menciptakan perubahan sikap yang baik pada diri seseorang. Pendidikan
mempunyai dua proses utama yaitu mengajar dan diajar. Mengajar ditingkat pendidikan
formal biasanya dilakukan oleh seorang guru. Guru dalam proses belajar mengajar
mempunyai tiga peranan yaitu sebagai pengajar, pembimbing dan administrator
kelas
terpenting untuk dimiliki oleh setiap umat manusia. Karena dengan pendidikan
dapat menciptakan perubahan sikap yang baik pada diri seseorang. Pendidikan
mempunyai dua proses utama yaitu mengajar dan diajar. Mengajar ditingkat pendidikan
formal biasanya dilakukan oleh seorang guru. Guru dalam proses belajar mengajar
mempunyai tiga peranan yaitu sebagai pengajar, pembimbing dan administrator
kelas
Guru sebagai
pengajar berperan dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran. Oleh sebab
itu guru dituntut untuk menguasai seperangkat pengetahuan dan keterampilan
mengajar. Guru sebagai pembimbing diharapkan dapat memberikan bantuan kepada
siswa dalam memecahkan masalah yang dihadapi. Peranan ini termasuk ke dalam
aspek pendidik sebab tidak hanya menyampaikan ilmu pengetahuan, melainkan juga
mendidik untuk mengalihkan nilai-nilai kehidupan. Hal tersebut menjelaskan
bahwa tujuan pendidikan adalah sikap yang mengubah tingkah laku peserta menjadi
lebih baik. Guru sebagai administrator kelas berperan dalam pengelolaan proses
belajar mengajar di kelas.
pengajar berperan dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran. Oleh sebab
itu guru dituntut untuk menguasai seperangkat pengetahuan dan keterampilan
mengajar. Guru sebagai pembimbing diharapkan dapat memberikan bantuan kepada
siswa dalam memecahkan masalah yang dihadapi. Peranan ini termasuk ke dalam
aspek pendidik sebab tidak hanya menyampaikan ilmu pengetahuan, melainkan juga
mendidik untuk mengalihkan nilai-nilai kehidupan. Hal tersebut menjelaskan
bahwa tujuan pendidikan adalah sikap yang mengubah tingkah laku peserta menjadi
lebih baik. Guru sebagai administrator kelas berperan dalam pengelolaan proses
belajar mengajar di kelas.
Guru merupakan
komponen penting dalam upaya peningkatan mutu pendidikan nasional. Guru yang
berkualitas, profesional dan berpengetahuan, tidak hanya berprofesi sebagai
pengajar, namun juga mendidik, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan
mengevaluasi peserta didik. Berdasarkan Standar Nasional Kependidikan, guru
harus memiliki empat kompetensi dasar yaitu kompetensi pedagogis, kompetensi
sosial, kompetensi kepribadian, dan kompetensi profesional. Namun,
kompetensi-kompetensi yang dimiliki guru saat ini masih terbatas, sehingga
diperlukan suatu upaya untuk mengoptimalkan kompetensi-kompetensi tersebut.
Kompetensi-kompetensi yang akan dibahas dalam makalah ini terbatas pada
kompetensi-kompetensi kepribadian dan kompetensi profesional. Kompetensi
kepribadian adalah karakteristik pribadi yang harus dimiliki guru sebagai
individu yang mantap, stabil, dewasa, arif, berwibawa dan menjadi teladan bagi
peserta didik. Kompetensi profesional adalah kemampuan guru dalam penguasaan
materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkan mereka
membimbing peserta didik dalam menguasai materi yang diajarkan.
komponen penting dalam upaya peningkatan mutu pendidikan nasional. Guru yang
berkualitas, profesional dan berpengetahuan, tidak hanya berprofesi sebagai
pengajar, namun juga mendidik, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan
mengevaluasi peserta didik. Berdasarkan Standar Nasional Kependidikan, guru
harus memiliki empat kompetensi dasar yaitu kompetensi pedagogis, kompetensi
sosial, kompetensi kepribadian, dan kompetensi profesional. Namun,
kompetensi-kompetensi yang dimiliki guru saat ini masih terbatas, sehingga
diperlukan suatu upaya untuk mengoptimalkan kompetensi-kompetensi tersebut.
Kompetensi-kompetensi yang akan dibahas dalam makalah ini terbatas pada
kompetensi-kompetensi kepribadian dan kompetensi profesional. Kompetensi
kepribadian adalah karakteristik pribadi yang harus dimiliki guru sebagai
individu yang mantap, stabil, dewasa, arif, berwibawa dan menjadi teladan bagi
peserta didik. Kompetensi profesional adalah kemampuan guru dalam penguasaan
materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkan mereka
membimbing peserta didik dalam menguasai materi yang diajarkan.
Guru yang bermutu
dan profesional menjadi tuntutan masyarakat seiring dengan tuntutan persyaratan
kerja yang semakin ketat mengikuti kemajuan era globalisasi. Untuk membentuk
guru yang profesional sangat tergantung pada banyak hal yaitu guru itu sendiri,
pemerintah, masyarakat dan orang tua. Berdasarkan kenyataan yang ada,
pemerintah telah mengupayakan berbagai hal, diantaranya sertifikasi guru.
Dengan adanya program sertifikasi tersebut, kualitas mengajar guru akan lebih
baik.
dan profesional menjadi tuntutan masyarakat seiring dengan tuntutan persyaratan
kerja yang semakin ketat mengikuti kemajuan era globalisasi. Untuk membentuk
guru yang profesional sangat tergantung pada banyak hal yaitu guru itu sendiri,
pemerintah, masyarakat dan orang tua. Berdasarkan kenyataan yang ada,
pemerintah telah mengupayakan berbagai hal, diantaranya sertifikasi guru.
Dengan adanya program sertifikasi tersebut, kualitas mengajar guru akan lebih
baik.
Program sertifikasi
tersebut juga dapat diterapkan untuk guru-guru IPA agar dapat memiliki standar
kompetensi yang telah diterangkan di atas. Guru IPA diharapkan mampu memahami
dan menguasai materi ajar yang ada dalam kurikulum, memahami struktur, konsep
dan metode keilmuan yang koheren dengan materi ajar, memahami hubungan konsep
antar mata pelajaran yang terkait dan menginternalisasikan nilai-nilai IPA
dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu melalui sertifikasi guru IPA diharapkan
mampu menguasai langkah-langkah penelitian dan kajian kritis untuk memperdalam
pengetahuan dan materi bidang studi IPA.
tersebut juga dapat diterapkan untuk guru-guru IPA agar dapat memiliki standar
kompetensi yang telah diterangkan di atas. Guru IPA diharapkan mampu memahami
dan menguasai materi ajar yang ada dalam kurikulum, memahami struktur, konsep
dan metode keilmuan yang koheren dengan materi ajar, memahami hubungan konsep
antar mata pelajaran yang terkait dan menginternalisasikan nilai-nilai IPA
dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu melalui sertifikasi guru IPA diharapkan
mampu menguasai langkah-langkah penelitian dan kajian kritis untuk memperdalam
pengetahuan dan materi bidang studi IPA.
Oleh karena itu,
kami mengangkat sebuah judul “Upaya Memperbaiki Kualitas Mengajar yang Mendidik
Guru IPA dengan Memaksimalkan Terpenuhinya Kompetensi Kepribadian dan
Profesional Guru”.
kami mengangkat sebuah judul “Upaya Memperbaiki Kualitas Mengajar yang Mendidik
Guru IPA dengan Memaksimalkan Terpenuhinya Kompetensi Kepribadian dan
Profesional Guru”.
B. Rumusan Masalah
Bagaimana upaya
untuk memperbaiki kualitas mengajar yang mendidik guru IPA dengan memaksimalkan
terpenuhinya kompetensi kepribadian dan profesional guru?
untuk memperbaiki kualitas mengajar yang mendidik guru IPA dengan memaksimalkan
terpenuhinya kompetensi kepribadian dan profesional guru?
C. Pembahasan
1. Guru sebagai
Pendidik
Pendidik
Guru sebagai
pendidik adalah seorang yang berjasa besar terhadap masyarakat dan bangsa.
Tinggi rendahnya kebudayaan masyarakat, maju atau mundurnya tingkat kebudayaan
suatu masyarakat dan negara sebagian besar bergantung pada pendidikan dan
pengajaran yang diberikan oleh guru-guru. Makin tinggi pendidikan guru, makin
baik pula mutu pendidikan dan pengajaran yang diterima anak, dan makin tinggi
pula derajat masyarakat. Oleh sebab itu guru harus berkeyakinan dan bangga
bahwa ia dapat menjalankan tugas itu dan berusaha menjalankan tugas kewajiban
sebaiknya sehingga dengan demikian masyarakat menginsafi sungguh-sungguh betapa
berat dan mulianya pekerjaan guru.
pendidik adalah seorang yang berjasa besar terhadap masyarakat dan bangsa.
Tinggi rendahnya kebudayaan masyarakat, maju atau mundurnya tingkat kebudayaan
suatu masyarakat dan negara sebagian besar bergantung pada pendidikan dan
pengajaran yang diberikan oleh guru-guru. Makin tinggi pendidikan guru, makin
baik pula mutu pendidikan dan pengajaran yang diterima anak, dan makin tinggi
pula derajat masyarakat. Oleh sebab itu guru harus berkeyakinan dan bangga
bahwa ia dapat menjalankan tugas itu dan berusaha menjalankan tugas kewajiban
sebaiknya sehingga dengan demikian masyarakat menginsafi sungguh-sungguh betapa
berat dan mulianya pekerjaan guru.
Pekerjaan sebagai
guru adalah pekerjaan yang mulia, baik ditinjau dari sudut masyarakat dan
negara maupun ditinjau dari sudut keagamaan. Tugas seorang guru tidak hanya
mendidik. Maka, untuk melaksanakan tugas sebagai guru tidak sembarang orang
dapat menjalankannya. Sebagai guru yang baik harus memenuhi syarat, yang ada
dalam undang-undang No. 12 Tahun 1954 tentang Dasar-Dasar Pendidikan dan
Pengajaran di sekolah untuk seluruh Indonesia. Syarat-syarat tersebut adalah
sebagai berikut :
guru adalah pekerjaan yang mulia, baik ditinjau dari sudut masyarakat dan
negara maupun ditinjau dari sudut keagamaan. Tugas seorang guru tidak hanya
mendidik. Maka, untuk melaksanakan tugas sebagai guru tidak sembarang orang
dapat menjalankannya. Sebagai guru yang baik harus memenuhi syarat, yang ada
dalam undang-undang No. 12 Tahun 1954 tentang Dasar-Dasar Pendidikan dan
Pengajaran di sekolah untuk seluruh Indonesia. Syarat-syarat tersebut adalah
sebagai berikut :
a. Berijazah,
b. Sehat jasmani
dan rohani,
dan rohani,
c. Takwa kepada
Tuhan YME dan berkelakuan baik,
Tuhan YME dan berkelakuan baik,
d. Bertanggungjawab,
e. Berjiwa nasional.
Disamping
syarat-syarat tersebut, tentunya masih ada syarat-syarat lain yang harus
dimiliki guru jika kita menghendaki agar tugas atau pekerjaan guru mendatangkan
hasil yang lebih baik. Salah satu syarat diatas adalah guru harus berkelakuan
baik, maka didalamnya terkandung segala sikap, watak dan sifat-sifat yang baik.
Beberapa sikap dan sifat yang sangat penting bagi guru adalah sebagai berikut:
syarat-syarat tersebut, tentunya masih ada syarat-syarat lain yang harus
dimiliki guru jika kita menghendaki agar tugas atau pekerjaan guru mendatangkan
hasil yang lebih baik. Salah satu syarat diatas adalah guru harus berkelakuan
baik, maka didalamnya terkandung segala sikap, watak dan sifat-sifat yang baik.
Beberapa sikap dan sifat yang sangat penting bagi guru adalah sebagai berikut:
1.1 Adil
Seorang guru harus
adil dalam memperlakukan anak-anak didik harus dengan cara yang sama, misalnya
dalam hal memberi nilai dan menghukum anak.
adil dalam memperlakukan anak-anak didik harus dengan cara yang sama, misalnya
dalam hal memberi nilai dan menghukum anak.
1.2 Percaya dan
suka terhadap murid-muridnya
suka terhadap murid-muridnya
Seorang guru harus
percaya terhadap anak didiknya. Ini berarti bahwa guru harus mengakui bahwa
anak-anak adalah makhluk yang mempunyai kemauan, mempunyai kata hati sebagai
daya jiwa untuk menyesali perbuatannya yang buruk dan menimbulkan kemauan untuk
mencegah hal yang buruk.
percaya terhadap anak didiknya. Ini berarti bahwa guru harus mengakui bahwa
anak-anak adalah makhluk yang mempunyai kemauan, mempunyai kata hati sebagai
daya jiwa untuk menyesali perbuatannya yang buruk dan menimbulkan kemauan untuk
mencegah hal yang buruk.
1.3 Sabar dan rela
berkorban
berkorban
Kesabaran merupakan
syarat yang sangat diperlukan apalagi pekerjaan guru sebagai pendidik. Sifat
sabar perlu dimiliki guru baik dalam melakukan tugas mendidik maupun dalam
menanti jerih payahnya.
syarat yang sangat diperlukan apalagi pekerjaan guru sebagai pendidik. Sifat
sabar perlu dimiliki guru baik dalam melakukan tugas mendidik maupun dalam
menanti jerih payahnya.
1.4 Memiliki
Perbawa (gezag) terhadap anak-anak
Perbawa (gezag) terhadap anak-anak
Gezag adalah
kewibawaan. Tanpa adanya gezag pada pendidik tidak mungkin pendidikan itu masuk
ke dalam sanubari anak-anak. Tanpa kewibawaan, murid-murid hanya akan menuruti
kehendak dan perintah gurunya karena takut atau paksaan; jadi bukan karena
keinsyafan atau karena kesadaran dalam dirinya.
kewibawaan. Tanpa adanya gezag pada pendidik tidak mungkin pendidikan itu masuk
ke dalam sanubari anak-anak. Tanpa kewibawaan, murid-murid hanya akan menuruti
kehendak dan perintah gurunya karena takut atau paksaan; jadi bukan karena
keinsyafan atau karena kesadaran dalam dirinya.
1.5 Penggembira
Seorang guru
hendaklah memiliki sifat tertawa dan suka memberi kesempatan tertawa bagi
murid-muridnya. Sifat ini banyak gunanya bagi seorang guru, antara lain akan
tetap memikat perhatian anak-anak pada waktu mengajar, anak-anak tidak lekas
bosan atau lelah. Sifat humor yang pada tempatnya merupakan pertolongan untuk
memberi gambaran yang betul dari beberapa pelajaran. Yang penting lagi adalah
humor dapat mendekatkan guru dengan muridnya, seolah-olah tidak ada perbedaan
umur, kekuasaan dan perseorangan. Dilihat dari sudut psikologi, setiap orang
atau manusia mempunyai 2 naluri (insting) : (1) naluri untuk berkelompok, (2)
naluri suka bermain-main bersama. Kedua naluri itu dapat kita gunakan secara
bijaksana dalam tiap-tiap mata pelajaran, hasilnya akan baik dan berlipat ganda.
hendaklah memiliki sifat tertawa dan suka memberi kesempatan tertawa bagi
murid-muridnya. Sifat ini banyak gunanya bagi seorang guru, antara lain akan
tetap memikat perhatian anak-anak pada waktu mengajar, anak-anak tidak lekas
bosan atau lelah. Sifat humor yang pada tempatnya merupakan pertolongan untuk
memberi gambaran yang betul dari beberapa pelajaran. Yang penting lagi adalah
humor dapat mendekatkan guru dengan muridnya, seolah-olah tidak ada perbedaan
umur, kekuasaan dan perseorangan. Dilihat dari sudut psikologi, setiap orang
atau manusia mempunyai 2 naluri (insting) : (1) naluri untuk berkelompok, (2)
naluri suka bermain-main bersama. Kedua naluri itu dapat kita gunakan secara
bijaksana dalam tiap-tiap mata pelajaran, hasilnya akan baik dan berlipat ganda.
1.6 Bersikap baik
terhadap guru-guru lain
terhadap guru-guru lain
Suasana baik
diantara guru-guru nyata dari pergaulan ramah-tamah mereka di dalam dan di luar
sekolah, mereka saling menolong dan kunjung mengunjungi dalam keadaan suka dan
duka. Mereka merupakan keluarga besar, keluarga sekolah. Terhadap anak-anak,
guru harus menjaga nama baik dan kehormatan teman sejawatnya. Bertindaklah
bijaksana jika ada anak-anak atau kelas yang mengajukan kekurangan atau keburukan
seorang guru kepada guru lain.
diantara guru-guru nyata dari pergaulan ramah-tamah mereka di dalam dan di luar
sekolah, mereka saling menolong dan kunjung mengunjungi dalam keadaan suka dan
duka. Mereka merupakan keluarga besar, keluarga sekolah. Terhadap anak-anak,
guru harus menjaga nama baik dan kehormatan teman sejawatnya. Bertindaklah
bijaksana jika ada anak-anak atau kelas yang mengajukan kekurangan atau keburukan
seorang guru kepada guru lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar